h1

Apakah Apotek anda masih menjual Obat?

29 May 2009

72130893Setiap bertemu calon client saya selalu membuat pertanyaan seperti di Atas. “Apakah Apotek Anda Menjual Obat ?”. Dan rata-rata banyak yang menjawab 

“Ya.. memangnya Apotek menjual apa selain Obat?” 

“Kalau begitu namanya Toko Obat Pak, bukan Apotek !”. Jawab saya. 

“Terus apa yang dijual oleh Apotek Pak ?”. Tanyanya kepada saya.

“SOLUSI”. Jawab saya.

“Terus Obatnya kemana ?”. Tanyanya lagi.

“Obat nya hanya sebagai sarananya saja”. Jawab saya singkat. 

Pertanyaan tersebut memang cukup menggelitik, tapi itulah kenyataan yang terjadi pada Bisnis Apotek Saat ini, dimana Apotek hanya sekedar perpanjangan tangan dari pihak PBF , tanpa ada konsep bisnis sama sekali. Banyak Apotek hanya meminjam nama Apoteker hanya untuk menjalankan usahanya, seperti itulah realitanya.

Saat ini Bisnis Apotek sudah berkembang Pesat, banyaknya pemain asing dan lokal dengan konsep Waralaba membuat Apotek dengan konsep seadanya akan semakin tergusur. 

Truss… apa bedanya Apotek berkonsep dengan tidak ? toh sama-sama jualan obat !. 

Perlu di ingat , bahwa perkembangan bisnis farmasi sudah sangat-sangat berubah. Sebelumnya hanya menjual “Obat-obatan” sekarang :

1. Health and Beauty ,Ada beberapa Apotek yang mengedapankan pada produk-produk kesehatan yang bersifat Life Stye Seperti Century dan Guardian. 

2. Spesifik ,Ada Apotek di Kota Bandung yang Spesifik untuk Diabetes.

3. Minimarket , Kimia Farma dan Farmakita

4. 911 , Minimarket dan Apotek 24 Jam 

5. Solution , Apotek XP di Yogyakarta.

6. Delivery & Services , MedExpress apotek asing yang baru masuk ke Indonesia. Dimana Frontliner nya semua Apotek. 

Jadi yang dijual adalah Konsep dan Atmosfirnya , coba anda rasakan apa bedanya ketika membeli obat ke Apotek yang hanya dilayani biasa saja dengan Apotek yang melayani penuh dengan keramahan , tempat yang sejuk dan personil yang profesional. Pasti anda akan mendapatkan User Experience yang berbeda…

Nah Begitulah konsep Apotek Saat ini… 

Bagaimana dengan Apotek Anda, apakah masih menjual OBAT ?

Advertisements
h1

Strategy Bisnis Apotek

7 July 2008

Peluang Pasar

Lebih dari 200 Juta jiwa Jumlah penduduk Indinesia merupakan pasar empuk bagi Bisnis Apotek, apalagi tingkat kesadaran kesehatan penduduk yang masih rendah, peluang ini makin besar untuk penyediaan sarana farmasi. Seperti kita ketahui bahwa bisnis apotek akan berkembang seiring dengan tingkat kesadaran akan kesehatan masyarakat.

Melihat peluang pasar diatas , pada akhirnya pemain asing beriringan masuk ke Indonesia seperti Century Health , Boston Drugs , Guardian dan lain-lain. karena pasar Indonesia peluangnya masih sangat besar.

Kondisi Pasar

Melihat kembali kepada pelaku bisnis apotek di Indonesia bisa dikatakan 80% masih mengunakan manajemen tradisional , usaha apotek dijalankan seperti usaha toko klontongan hanya jual dan beli Obat. akhirnya banyak yang harus tutup karena tidak mampu bersaing dengan apotek-apotek yang menggunakan sistem manajemen modern.

Solusi

Apa solusi bagi pebisnis Apotek untuk bisa bersaing.

1. Market Identification

Identifikasi pasar apotek anda. Salah satu cara identifikasi pasar adalah dengan metode Buying Power , yaitu mengukur tingkat daya beli masyarakat. Dengan Buying Power akan diketahui Apotek berada di pasar A, B atau C. dengan mengetahui pasar akan memudahkan strategy bisnis apotek anda.

2. Inventory Control

Inventory Control yang baik , Apotek tidak lepas dari stok obat. Jumlah obat hingga ribuan membuat masalah tersendiri apabila pengelolaan tidak baik. Apotek harus bisa melakukan identifikasi mana obat yang bergerak cepat , sedang , lambat atau mati sama sekali. Istilah ini disebut Stok Moving.

Bagaimana cara mengetahui pergerakan stok obat tersebut. Pergerakan stok obat di identifikasi melalui frequensi dan quantity obat yang terjual, dengan memadukan dua variable ini bisa mengetahui pergerakan dari setiap obat apakah obat tersebut masuk dalam kategory cepat , lambat, sedang atau mati.

3. Purchasing

Dengan mengetahui pergerakan setiap obat langkah kedua adalah membuat pembelian yang bijak. Pembeliah yang bijak adalah pembelian yang sesuai dengan kondisi obat tersebut. bukan pembelian karena stok obat habis , tawaran diskon dari PBF atau rayuan dari sales obat.

4. Gunakan Prinsip TOP ( Turn Of Payment )

Apotek Jual cash ke pelanggan sedangkan beli ke Supplier Kredit , artinya ada selisih waktu antara uang masuk dengan uang keluar. TOS harus lebih kecil dari TOP.

5. Manfaatkan Teknology Informasi

Gunakan program komputer untuk mengelola Apotek. Sudah tidak zamannya lagi mengelola Apotek menggunakan sistem Manual

6. Impulse Buying

lakukan Impulse Buying , Impulse Buying berguna untuk menarik pelanggan datang untuk membeli. Banyak cara untuk melakukan Impulse Buying , salah satunya tempatkan Obat-obat yang menarik perhatian lebih kedekat pasien.

Bersambung…